Sabtu, 25 Februari 2012

SEKOLAH DAUN DI SULAWESI TENGAH

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

   ini adalah kisah saya waktu bersama teman-teman di universitas tadulako tepatnya jurusan Arsitektur,kala itu kita mempunyai suatu kegiatan yang bernama "KEMA BAKTI DESA" (KBD).Hari itu saya bersama teman-teman lainnya bersiap untuk berangkat yang berawal dari rumah teman kami yang bernama "Dani".Kita naik bis dani bersama-sama  dan ku duduk samping jendela kiri bis itu dan disamping kananku duduk seseorang wanita yang baik tepatnya kakakku sendiri.
   perjalanan mulai mengasikan,telinga-telinga kami dimanjakan dengan alunan lagu-lagu dangdut yang ceria walaupun kala itu mentari bersinar terang  menyengat bis kami dengan panas yang bersuhu 35 derajat celcius tapi dengan kecerian bersama teman-teman panas itu tak terasa di tubuh kami.
   Lambat laun bis kami telah sampai di tujuan,,kami merasa bahagia,namun sesuatu yang tak terduga menghampiri kami.apakah itu.?.ternyata sekolah yang kami tuju (sekolah daun) bukanlah disitu tempatnya melainkan diatas gunung yang cukup tinggi dengan menempu perjalanan ± 5 km.Serentak kami semua kaget dan berkata AAPPPAA dengan raut muka yang agak lesuh seakan bahagia yang baru kami dapat akan digantikan dengan rasa sabar yang mendalam.
   Saat semuanya terdiam tiba-tiba terdengar suara yang berteriak "AYO SEMANGAT" dan teriakan itu berasal dari ketua rombongan kami yang tak lain teman kami sendiri yang berusaha membangkitkan semangat kami ,serentak semagat dari hati kecil kami bangkit kembali dengan berusaha mencapai tujuan kami yaitu datang untuk membantu/sosialisasi kepada "SEKOLAH DAUN".Kami semua siap untuk mendaki ke Gunung itu beramai-ramai sambil membawa barang-barang seperti beras,buku-buku,papan,reservoir air/gentong penampung air yang tak lain akan diberikan kepada anak-anak sekolah daun/sekolah daun itu sendiri.
    Sesuatu yang tak diinginkan kembali terjadi lagi teman-temanku banyak yang lesuh bahkan muntah ini banyak terjadi pada teman-teman perumpuanku namun tak bisa disangkal saya juga mengalaminya tapi tidak sampai munta hanya mengalami panas dalam tubuh maklum ini pendakian pertamaku.
     Singkat cerita,kami pun telah sampai ditempat berdirinya "SEKOLAH DAUN TERSEBUT" dan aku pun jadi salah seorang yang terakhir sampai ditempat itu.setelah itu kami istirahat sejenak untuk tidur karena telah siang tetapi itu belum selesai keesokan harinya kita pun harus bergegas untuk bergotong royong untuk membuat penampungan air bersih dan memberikan pambelajaran bagi anak-anak setempat.setalah semua selesai kami pamit dengan diiringi foto bersama.kami pun turun dari Gunung itu,kami sangat ceria mendapatkan pengalaman yang sangat berharga bagi kami,semua turun dengan berjalan dengan pelan-pelan yang dikarenakan kemiringan tanah yang mencapai ±75 derajat tapi itu tak menghalangi salah satu dari seniorku untuk berlari kencang aku pun ingin mencobanya dan ternyata mengasikan seperti mengendarai sepeda downhill dengan laju 35 km/jam,,hehehehe,,dan ternyata akulah orang pertama yang sampai di bawah kaki gunung tersebut,aku berteriak HHOOOOREEYYY,,

1 komentar:

M. Armand Zurhaar mengatakan...

Mantap. Rindu leh.
hihi. lebaynya kau :D hahaha

bdw. banyak2 belajar bahasa Indonesia.
mari sama-sama belajar nulis.

Posting Komentar